Ketua PAC GP Ansor Konang Dorong Kader Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat
![]() |
| Ketua PAC GP Ansor Konang, Sahabat Mohammad Ruji (Foto: GP ANSOR KONANG) |
Bangkalan, PAC GP Ansor Konang — Dalam acara pelantikan PAC GP Ansor Konang, Ketua PAC GP Ansor Konang, Sahabat Mohammad Ruji, mengajak seluruh pengurus dan kader untuk tidak sekadar memahami nilai-nilai keagamaan dan ke-NU-an, tetapi juga mampu hadir serta mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Mohammad Ruji, perjalanan kader dalam organisasi tidak berhenti pada tahap mengenal Ansor. Ada proses yang harus dilalui hingga tumbuh rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi.
Ia menyebut, proses tersebut dimulai dari fase perkenalan, kemudian fase penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan ke-NU-an. Setelah itu, kader diharapkan memasuki fase tumbuhnya rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Ada tiga fase, fase perkenalan, fase penanaman nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an, fase rasa cinta, fase rasa memiliki,” ujar Mohammad Ruji.
Menurutnya, rasa cinta dan rasa memiliki menjadi dua hal yang perlu benar-benar dibuktikan oleh setiap kader. Kedua hal tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus terlihat dalam bentuk keterlibatan dan pengabdian di organisasi.
“Fase ketiga dan keempat perlu kita buktikan. Perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri,” katanya.
Mohammad Ruji menilai kapasitas jajaran pengurus PAC GP Ansor Konang yang telah dilantik sudah tidak perlu diragukan. Karena itu, ia berharap kemampuan tersebut dapat diarahkan untuk memperluas peran Ansor di tengah masyarakat.
Ia menekankan, tantangan kader Ansor saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan membicarakan persoalan keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Ansor harus mampu bergerak lebih jauh dengan masuk dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Kapasitas pengurus hari ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Ansor hari ini jangan hanya berbicara tentang agama yang selalu kita konsumsi setiap hari, jangan hanya berbicara tentang halal dan haram,” ujarnya.
“Akan tetapi harus masuk pada persoalan yang lebih besar, yaitu persoalan yang ada di masyarakat,” lanjutnya.
Ia menilai, kehadiran kader Ansor di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui gerakan yang nyata. Dengan demikian, organisasi tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Ruji juga mengajak seluruh pengurus dan kader untuk membangun komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi. Ia meminta para sahabat untuk menyisihkan waktu dan tenaga agar dapat bergerak bersama membesarkan Ansor.
Menurutnya, keberlangsungan organisasi membutuhkan keterlibatan seluruh kader. Semangat kebersamaan menjadi salah satu kunci agar berbagai program dan gerakan GP Ansor dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Ke depan saya minta sahabat-sahabat ini luangkan sedikit saja waktunya untuk bersama-sama bergerak untuk Ansor,” pungkasnya.
Pelantikan PAC GP Ansor Konang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an. Lebih dari itu, Ansor diharapkan mampu tumbuh sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mmt
