PAC GP Ansor Konang Target Bentuk Kepengurusan Ranting hingga Akhir 2026
![]() |
| Rutinan MDS Rijalul Ansor (Foto: GP ANSOR KONANG) |
BANGKALAN, PAC GP ANSOR KONANG - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Konang, Bangkalan, mulai mematangkan pembentukan kepengurusan ranting di sejumlah desa. Pembentukan ranting ditargetkan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2026.
Hal itu menjadi salah satu hasil rapat dalam rutinan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor yang digelar di kediaman Sahabat Mubarok, Desa Bandung, Kecamatan Konang, Jumat (25/09/26).
Rutinan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi pengurus PAC GP Ansor Konang. Dalam surat pemberitahuan PAC GP Ansor Konang, agenda yang digelar di kediaman Sahabat Mubarok itu memang diisi dengan rutinan MDS serta pembahasan rapat kerja bidang.
Ketua PAC GP Ansor Konang Muhammad Ruji mengatakan pembentukan ranting menjadi salah satu agenda penting untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa.
"Setelah PAC, tentu yang harus kita kuatkan adalah ranting. Ansor harus benar-benar hadir sampai ke desa dan keberadaannya bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Ruji.
Dalam rapat tersebut, PAC GP Ansor Konang membagi wilayah pembentukan ranting ke dalam empat zona. Yakni zona timur, utara, tengah dan barat.
Untuk zona timur, Desa Cangkarman dan Sambiyen dikoordinatori Sahabat Zaini sebagai pembina. Sedangkan Desa Campor dan Sen Asen dikoordinatori Sahabat Ainul Khozin bersama Sahabat Andi.
Sementara zona utara meliputi Desa Genteng yang dikoordinatori Sahabat Taufik. Sedangkan Desa Konang, Bandung dan Pakes dikoordinatori Sahabat Zaka.
Untuk zona tengah yang meliputi Desa Durin Timur, Durin Barat dan Kanegarah, proses pembentukan ranting dikoordinatori Sahabat Samuni.
Sedangkan zona barat meliputi Desa Batokaban dan Galis Dajah. Wilayah tersebut dikoordinatori Sahabat Zainal bersama Sahabat Imam Pantor.
Ruji mengatakan pembagian zona dilakukan agar proses komunikasi dan konsolidasi pembentukan pengurus ranting bisa berjalan lebih efektif.
"Koordinator yang sudah ditunjuk nanti menjadi penggerak di masing-masing zona. Tetapi bukan berarti sahabat yang tidak masuk sebagai koordinator kemudian tidak memiliki tugas. Semuanya harus ikut membantu menyukseskan pembentukan ranting ini," ujarnya.
Menurut Ruji, pembentukan ranting tidak hanya bertujuan memenuhi struktur organisasi. Pengurus ranting nantinya diharapkan mampu menjadi penggerak kaderisasi, kegiatan keagamaan hingga kegiatan sosial di tengah masyarakat.
"Kita tidak ingin ranting hanya terbentuk secara administrasi. Setelah terbentuk harus hidup, ada kaderisasi, ada kegiatan keagamaan, sosial dan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat," katanya.
Ruji juga berharap rutinan Rijalul Ansor dapat terus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar pengurus dan kader Ansor di Kecamatan Konang.
Menurutnya, silaturahmi yang terus dijaga menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan roda organisasi.
"Organisasi akan kuat kalau komunikasi dan silaturahmi antarsahabat juga kuat. Rijalul Ansor ini salah satu ruang kita untuk bertemu, berdiskusi dan menyatukan langkah dalam menjalankan program organisasi," jelasnya.
Pembentukan pengurus ranting di sejumlah desa tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada Oktober dan rampung paling lambat Desember 2026.
"Target kita Oktober sampai Desember. Mudah-mudahan dengan kebersamaan seluruh pengurus dan kader, ranting-ranting GP Ansor di Kecamatan Konang bisa segera terbentuk dan setelah itu langsung bergerak," pungkas Ruji.
Mmt
